HJKB ke-213, Bambang Tirtoyuliono Sebut Perkembangan Kota Bandung Cukup Pesat

Kota Bandung, BriliaNews.com – Dalam beberapa tahun terakhir kota Bandung mengalami perkembangan yang cukup berarti, baik dari aspek fisik maupun sosial, ekonomi, dan budaya.

Perkembangan ini cenderung akan semakin pesat, ketika pembangunan infrastuktur kota saling terintegrasi dengan infrastuktur kawasan yang semakin meluas.

Hal itu dikatakan Penjabat Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono dalam sambutannya pada upacara memperingati hari jadi ke-213 kota Bandung, Senin (25/9/2023).

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, Pemkot Bandung menerima 387 penghargaan, baik dari level nasional maupun internasional.

“Kita patut bersyukur, dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, akademisi, komunitas atau masyarakat, dunia usaha, dan media begitu kuat, sehingga dinamika pembangunan sangat progresif. Tata ruang semakin berkembang dengan segala fungsinya, yang secara keseluruhan memberi banyak manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Beberapa perkembangan pembangunan di Kota Bandung. Antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 82,50 persen, angka rata-rata lama sekolah 11 tahun, angka harapan hidup 74,75 tahun, LPE 5,41persen, cakupan pelayanan air minum 85,14 persen, serta ranking pertama kota menuju smart city dengan nilai 3,88 dan capaian predikat sangat baik untuk penerapan SPBE dari Kemenkominfo.

Baca Juga  Komisi I DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Lahan Idle

Meski begitu, Bambang menyebut masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dalam mewujudkan kota yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis. Antara lain penyelesaian masalah sampah, banjir di musim hujan, serta kemacetan lalu lintas.

Terkait penanganan masalah sampah, Bambang menilai gerakan Kang Pisman harus terus ditingkatkan secara masif, dengan melibatkan para pihak untuk menangani sampah dari tingkat keluarga. Sebagai catatan, kata Bambang hingga 2023 sudah ada 234 RW berstatus kawasan bebas sampah (KBS).

Saat ini, Pemkot Bandung juga sedang mengupayakan pengadaan mesin pengolah sampah mesin gibrik di 10 titik, guna melengkapi 3 TPST yang dibangun Kementerian PUPR di kawasan Nyengseret, Cicabe, dan Tegallega, sekaligus dalam rangka percepatan kawasan bebas sampah.

Baca Juga  Kota Bandung Siaga Cuaca Ekstrem

Dalam penanganan banjir, Bambang menyebut perlunya mitigasi drainase makro dan kawasan resapan sebagai pengendali air limpasan.

Adapun hingga tahun 2022, Pemkot Bandung telah membangun 9 kolam retensi, lebih dari 5.000 sumur resapan, dan 3.000 lebih drumpori.

“Angka ini diperkirakan terus bertambah seiring dengan tren meningkatnya partisipasi masyarakat di tingkat keluarga,” ujar Bambang.

“Selain itu, penanaman pohon di setiap jengkal lahan harus terus dilakukan, terutama oleh aparat kewilayahan guna meningkatkan kualitas RTH (ruang terbuka hijau), sekaligus memperluas kawasan resapan air dan mereduksi polusi udara,” katanya menambahkan.

Sedangkan dalam hal penanggulangan kemacetan lalu lintas, Bambang menilai upaya yang paling realistis saat ini, adalah mendorong warga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menggunakan sarana transportasi publik.

Dalam hal ini, Pemkot Bandung akan memfasilitasi penyediaan angkutan umum dengan kapasitas besar dan bertenaga listrik.

Editor : Afrida