UPI Luncurkan Program LIMAR Bantu Penerangan Masyarakat Prasejahtera Gunakan Panel Surya

Kab. Bandung Barat, BriliaNews.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), meluncurkan program LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat) di Kampung Datar Mala, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Program ini ditujukan bagi rumah tangga yang belum terjangkau aliran listrik pemerintah, khususnya masyarakat prasejahtera.

Program unggulan ini dipimpin langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA.

“UPI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, dengan
meluncurkan program LIMAR di Kampung Datar Mala, Desa Sukaresmi, Kabupaten Bandung Barat,” kata Rektor UPI Prof. Dr Didi Sukyadi, belum lama ini.

Pemasangan perdana dilakukan di rumah percontohan, sebagai upaya memberikan penerangan pada malam hari serta mendukung aktivitas produktif warga.

“Pogram LIMAR bukan hanya sekedar memberikan penerangan kepada mereka yang tergolong dalam kelompok masyarakat prasejahtera, tetapi juga memberikan harapan dan kesempatan kepada mereka untuk berani bermimpi dan mengejar mimpi-mimpi mereka,” ujar Rektor.

Baca Juga  Komisi III DPRD Jawa Barat Evaluasi Kinerja P3D Kabupaten Bandung Barat

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., menambahkan, dampak dari sinar yang warga dapatkan dari program LIMAR bukan hanya sebagai penerang rumah, tetapi juga membuat anak sekolah memiliki waktu lebih lama untuk belajar serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Sesuai dengan slogannya, UPI Bersinar: bersinar rumahnya, bersinar hatinya, bersinar masa depannya,” ujar Prof. Vanessa Gaffar.

Program LIMAR sendiri lahir dari pencarian solusi energi alternatif yang sudah berjalan sejak lama. Sebelumnya, masyarakat kehilangan akses terhadap minyak tanah sebagai sumber penerangan, akibat konversi ke gas LPG 3 kg sejak 2007.

Upaya lain seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini dan penggunaan aki mobil sempat dicoba, namun belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara berkelanjutan.

Baca Juga  Mahasiswa Pascasarjana UPI Raih Medali Emas di Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025

Akhirnya, solusi ditemukan melalui kombinasi panel surya dengan lampu light-emitting diode (LED) monokromatik, yang lebih efisien dalam menghasilkan cahaya dengan daya rendah.

Teknologi ini dianggap tepat untuk menjawab keterbatasan akses listrik terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2025, masih terdapat 121.871 rumah di Jawa Barat dan 1,28 juta rumah secara nasional yang belum mendapatkan aliran listrik.

Program LIMAR dari UPI diharapkan dapat menjadi model pengembangan solusi kampus berdampak, yang bisa direplikasi oleh perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.

Dengan hadirnya program ini, UPI tidak hanya memperlihatkan kiprah akademiknya, tetapi juga mempertegas peran nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, membuka kesempatan menggapai cita cita serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera.