Investor Domestik Ritel Dominasi Perdagangan Saham Tahun 2020

Investor Domestik Ritel Dominasi Perdagangan saham Tahun 2020

Bandung, Brilianews.com – Ditengah kondisi yang penuh tantangan dalam menghadapi pandemi COVID- 19, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pertumbuhan yang baik. Aktivitas perdagangan bisa terlaksana, tanpa kendala sepanjang tahun 2020 hingga saat ini. Berbagai aktivitas lain pun bisa tetap diadakan, meskipun sebagian besar berlangsung secara virtual.

“Termasuk kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2021, yang digelar secara online dan offline,” kata Kepala BEI Perwakilan Jabar Reza Sadat Shahmeini, Senin (5/7/2021).

RUPST sendiri diadakan pada Selasa (29/6/2021), dengan menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19.

Reza menerangkan ada lima agenda yang disepakati dalam RUPST BEI Tahun 2021. Pertama, persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2020.

Kedua, penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk Tahun Buku 2021. Ketiga, penarikan kembali dan penghapusan saham yang telah dibeli kembali oleh perseroan. Keempat, perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

“Dan kelima, perpanjangan masa jabatan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan, ” ujarnya.

Baca Juga  Sektor Jasa Keuangan Jabar Yang Resilient, Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

RUPST BEI tahun ini dihadiri 96 pemegang saham atau 100 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara.

Lebih lanjut dikatakan Reza, sepanjang tahun 2020 terjadi peningkatan jumlah dan partisipasi investor, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat dengan jumlah pencatatan perusahaan baru tertinggi di ASEAN.

Frekuensi perdagangan di BEI juga tertinggi di ASEAN. Pasar Modal Indonesia tahun 2020 ditutup dengan naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 5.979 atau hampir mencapai 6.000 setelah sempat turun lebih dari 37 persen ke level 3.937 pada Maret 2020.

Sedangkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) BEI pada November 2020 pernah mencapai Rp13,2 triliun dan Rp18,4 triliun pada Desember 2020 yang membuat tahun 2020 RNTH mencapai Rp9,2 triliun.

Reza mengungkapkan pada tahun 2020, frekuensi perdagangan harian menyentuh rekor tertingginya, yaitu 1.697.537 kali transaksi pada 22 Desember 2020.
Di tengah Pandemi COVID-19, ada 51 perusahaan tercatat baru di BEI dan merupakan yang tertinggi di antara bursa lainnya di ASEAN.

Baca Juga  Tri Adhianto Resmi Jadi Plt. Wali Kota Bekasi

Berdasarkan data EY Global IPO Trend Report, BEI masih masuk ke dalam daftar 10 besar bursa dengan aktivitas pencatatan saham tertinggi di dunia selama tiga tahun berturut-turut, sejak tahun 2018 hingga tahun 2020.

“Tahun 2020 menjadi tahun kebangkitan investor ritel domestik. Ditandai dengan total investor Pasar Modal Indonesia yang telah mencapai 3,88 juta atau meningkat 56 persen dari tahun 2019. Investor aktif harian juga telah mencapai angka 94,7 ribu atau meningkat 73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ” tuturnya.

Reza menyebut perdagangan saham tahun 2020 didominasi Investor domestik ritel yang jumlahnya mencapai 48 persen dari total nilai perdagangan harian. BEI telah melakukan transformasi digital untuk kegiatan edukasi calon investor dan investor sejak sebelum Pandemi COVID-19.

“Terobosan ini membuat BEI dapat lebih cepat menyesuaikan diri di tengah Pandemi COVID-19, sehingga kegiatan edukasi dapat terus berjalan tanpa kendala, ” tuturnya. (Ida)