Peran Ulama Penting Dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

Kota Bandung, BriliaNews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
menyatakan, ulama menjadi mitra penting pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan perkotaan.

Walikota menyatakan hal itu dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Dewan Pertimbangan dan Pengurus Harian MUI Kota Bandung masa Khidmah 2026-203, di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).

Farhan mengatakan, peran ulama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain membimbing umat, ulama juga diharapkan turut memberikan pandangan dan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Pemerintah Kota Bandung memerlukan kemitraan bersama para ulama,” kata Farhan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan ulama diperlukan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan yang tepat, mengedepankan pembinaan serta tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga  Bey Machmudin : Revitalisasi Jembatan Cikarang Permudah Akses Warga dan Buruh

Kota Bandung dikatakannya menghadapi persoalan sosial yang sangat kompleks, mulai dari penyalahgunaan narkoba, prostitusi ilegal, peredaran minuman beralkohol hingga judi online.

Ia menilai, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui penertiban dan penegakan aturan. Pemerintah juga membutuhkan dukungan ulama untuk memperkuat edukasi dan pembinaan masyarakat.

“Saya bersama unsur Forkopimda di Kota Bandung sangat mengharapkan bimbingan dari para ulama agar kita bisa sama-sama menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang paling manusiawi,” ujarnya.

Baca Juga  Tanaman Asli Indonesia Berpotensi Dikembangkan Untuk Obat Herbal

Ia juga menyoroti dampak judi online terhadap keluarga. Farhan menceritakan pengalamannya bertemu seorang warga yang kehilangan akses bantuan sosial, setelah NIK keluarganya terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan persoalan kemanusiaan, karena keluarga yang terdampak tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara proses pemulihan kecanduan membutuhkan waktu.

“Tidak mudah mengembalikan orang yang sudah kecanduan judi. Tidak mudah sama sekali,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Farhan berharap MUI dapat membantu memperkuat edukasi dan memberikan masukan mengenai pendekatan yang dapat mencegah persoalan tersebut semakin meluas.

(Adi)